Insan Cita Transformasi Digital

BPR Syariah Insan Cita Bogor susun agenda Transformasi setelah Resmi bergabung dengan HIK Grup

 

Dengan penerapan protokol kesehatan, BPR Syariah Insan Cita Artha Jaya pada tanggal 10 Maret 2021 telah melaksanakan RUPS dan RUPSLB secara virtual dengan agenda penyampaian hasil kinerja perseroan untuk tahun buku 2020 dan persetujuan pengambilahihan atau akuisisi  BPR Syariah Insan Cita Bogor oleh PT HIK Induk.

 

Kinerja BPR Syariah Insan Cita di Tahun 2020 tetap terjaga dengan baik dan memperlihatkan adanya pertumbuhan ditengah kondisi perekonomian yang menurun akibat dampak pandemi Covid 19. Aset Bank tumbuh 4,92% menjadi Rp 118,5miliar, Pembiayaan yang disalurkan naik 18,85% menjadi Rp 102,5 miliar serta Penghimpunan Dana Pihak Ketiga juga tumbuh 4,7 % menjadi Rp106,6 miliar. Beberapa indikator dari rasio keuangan utama BPR Syariah Insan Cita juga menunjukkan bahwa Bank dalam kategori sehat dan terjaga dengan baik . Hal ini ditandai dengan posisi CAR diangka 17,62%, FDR 89,95%, BOPO 81,07%, ROE 23,32% , NPF 4,01% dan PPAP 100% .

 

“Alhamdulillah, ditengah kondisi Pandemi Covid 19 yang belum mereda, Bank masih tetap dapat menghasilkan keuntungan yang dapat dinikmati oleh Pemegang Saham dengan imbal hasil atau keuntungan setara 17% per tahun. Sebesar 65% laba diberikan tunai kepada Pemegang Saham dan 35% sisanya dikonversi menjadi saham perseroan ” demikian  Hadi Maulidin Nugraha sebagai Direktur Utama menjelaskan. Hadi juga menyampaikan BPR Syariah Insan Cita tetap menyisihkan laba perseroan sebesar 20% sebagai cadangan umum untuk memperkuat pondasi Perseroan dimasa yang akan datang.

 

Dalam RUPS dan RUPSLB tahun buku 2020 ini, BPR Syariah Insan Cita juga berhasil menyelesaikan proses akuisisi perseroan dengan PT HIK Induk sebagai Pemegang Saham Pengendali berdasarkan surat dari Otoritas Jasa Keuangan tertanggal 14 Desember 2020, sehingga total modal disetor bank yang sudah ditata usahakan di Otoritas Jasa Keuangan meningkat signifikan dari Rp 200 juta menjadi Rp 6.9 Milyar. Sampai dengan 31 Desember 2020 terdapat setoran modal tambahan yang masih menunggu persetujuan dari Otoritas senilai kurang lebih Rp 900 juta dikarenakan persoalan administratif yang belum lengkap.

 

Sepanjang tahun 2020, BPR Syariah  Insan Cita berhasil mendapatkan penghargaan dari Infobank Sharia Award dengan kategori “The Most Profitable Sharia Rural Bank” dan selama tiga tahun berturut turut mendapatkan penghargaan dengan kategori sebagai BPRS Berpredikat Sangat Bagus atas Kinerja Keuangan tahun 2017-2019.

 

Hasil keputusan RUPS juga memutuskan bahwa sejak resmi tergabung dalam BPRS Grup HIK, PT BPRS Insan Cita Bogor akan melakukan agenda transformasi dan penyusunan road map perusahaan untuk 5 tahun yang akan datang. Hal ini dilakukan agar bank dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan dengan tetap mengutamakan prinsip prudential banking dan berpedoman terhadap prinsip syariah.

 

Pada RUPS dan RUPSLB tersebut juga menghasilkan keputusan dan menetapkan kembali Irwan Maulana sebagai Komisaris dan M. Hadi Maulidin Nugraha sebagai Direktur Utama BPR Syariah Insan Cita Artha Jaya periode tahun 2021-2026.

 

Hubungi Insan Cita
   (0251) 861 6724
   +628119995474
   cs@hikinsancita.co.id

Bank Syariah Insan Cita ini terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Bank Syariah Insan Cita merupakan peserta penjamin LPS